Skip navigation

Sudah lebih 2 jam si Donnie uring-uring kaya setrikaan, pikirannya kacau, hatinya resah,

“kejadian ya?” tanyaku.

“iya..” jawabnya lirih.

Handphone yang dibeli dari halaman rumah Mbak Noni sebulan lalu telah raib di gondol maling.

“kemana?” tanyaku lagi.

“ngga tau!” tandasnya.

“bukan itu dodol” balasku.

“apa?!” tegasnya lagi.

“kamu udah nyari kemana aja?!”

“bingung!!”

ternyata sejak tadi Donnie memang uring-uringan.

Kamu pernah mengalami seperti Donnie tadi? Nokia 3310 yang dibeli karena kepincut linangan mata genit Mbak Noni di pasar SudiMampir seperti runtuhan durian 5 ton!

“ngga kuat!!”

seperti Romo-romo atau pastur-pastur yang menawarkan biskuit dan supermi ke korban bencana alam asalkan mau menukarkan akidahnya. Ringan dan tanpa paksaan fisik, Donnie ngga kepikiran lagi asalkan hati Mbak Noni riang yang kaya Dian Sastro tapi badan kaya Pretty Asmara.

Seperti tersangka dan terdakwa yang dibabibu oleh serdadu-serdadu kalang kabut, komat kamit. Bogem, laras, pentungan hansip. Brutal!!

“ngaku ngga!!?”

“nggaa..”

“ngga apa..?!!”

bak buk!! Keluar kecap angka sebelas. Atau seperti si Donnie yang ngga ngelakukan apapun setelah 2 jam lebih sadar Nokia semprul itu udah raib. Tontonlah Buser (SCTV), Sergap (RCTI), Brutal (Lativi), TKP (TV7) dengan kepala botak bang napi mewanti-wanti pemirsa dengan Waspadalah!! Waspadalah!! Dengan tegas, seakan-akan mengajak penonton melotot dan sadar kalo di luar rumah itu banyak kriminalitas, kekejaman, kejahatan merajalela bisa kapan pun datang ke rumah kamu. Lumrah! Itu kewajaran tak ubahnya seperti sayur bayam tanpa garam, hambar. Samson dan Delilah atau kamu sama gacoanmu, ngga lengkap!!

Satu tambah satu sama dengan dua, lalu sejak kapan satu tambah satu sama dengan tiga, empat atau lima dan seterusnya, sejak kamu ngga sekolah sama sekali. Wajar!! Itulah kata bijak untuk menyikapi terhadap tayangan heroik polisi, pamong praja, pejabat-pejabat waktu sidang tunjangan atau waktu kamu lagi nolongin nenek-nenek nyebrangin di jalan karena ada leoni si oriental face lagi duduk di etalase rumah. Penikmat ‘mesin kotak’ telah menjadikannya sebagai nabi baru abad ini. Bahkan dampaknya kian menjadi-jadi tergantung acara yang sedang berlangsung, menjadikannya candu yang di legalkan pemerintah. Manusia-manusia kelas abangan tidak cukup hanya berbuat dengan membanting kartu dan menyekek botol saja, namun lebih dari itu, hambar jika kehadiran sang nabi baru ini tidak dilewatkan barang sehari saja. Kecenderungan manusia terhadap objek yang berada diluar dari dirinya merupakan suatu hal yang alami terjadi, tidak dibekam, disembunyikan karena mereka tengah berusaha mempertahankan eksistensinya sebagai manusia ditengah-tengah manusia lainnya.

Kopral joni sehari-harinya bertugas mendampingi kegiatan yang hendak diadakan oleh letnan kasdut. Kopral joni memahami dengan segala kapasitas dirinya berupaya mentaati dan menjalankan seruan letnan kasdut, karena kopral joni tidak mempunyai otoritas apapun terhadap posisi letnan kasdut. Hal ini jelas, karena kopral joni adalah bawahan dan letnan kasdut adalah atasan. Kedua posisi tersebut sangat menghendaki adanya keselarasan, keserasian dalam bertugas dan memutuskan sesuatu. Institusi mana yang menghendaki ketimpangan antara atasan dan bawahan terjadi! Kecuali kamu yang pake baju tapi ngga pake celana ha…ha… Begitupula institusi suatu negara yang berdaulat penuh dengan serba keterbatasannya antara daerah dan pusat, mereka berusaha semaksimal mungkin mengisi ruang kosong tersebut agar ketimpangan tidak terjadi sehingga dapat terjadi keseimbangan antara pusat dan daerah. Tengoklah negeri ini, pernah merasakan dunia fantasi, dengan puri megahnya, tanaman agro-nya, kereta listrik, gedung pencakar langit, layar sentuh, laptop, kartu kredit, daging sosis, texas chicken, dunkin donnats, timezone, amazone, teletubbies, disney land, hollywood, bollywood, nastar, spaghety, vacum cleaner, celana ¾??????????.

Kamu pasti pernah merasakan perut keroncongan ketika berada dibawah terik matahari yang membakar kulit dan menguap lebar mengeluarkan bau busuk karena gigimu berlubang sana sini. Itulah mengapa orang-orang berleha-leha ditemani kacang kulit blunder mengisi kekosongan dengan menonton sinetron, telenovela, film atau menonton kamu sedang mandi! Lumrah! Kenapa? Karena sedang terjadi kekosongan waktu atau dalam artian yang mudah dipahami –mengisi waktu luang– , dan wajar, manusia menyukai sesuatu yang ‘manis-manis, enak-enak’ karena itulah manusia berusaha dan berupaya memenuhinya, ada yang mudah dan ada yang sukar atau sulit. Pada dasarnya manusia terbagi dari 3 kecenderungan, menurut Taqiyuddin an-Nabhani dalam bukunya Nidzham Islam menjabarkan ketiga kecenderungan tersebut sebagai berikut:

(1) Manusia memiliki kebutuhan untuk menyalurkan kebutuhan jasmaninya, makan dan minum adalah kebutuhan manusia, itu mutlak karena jika tidak segera dipenuhi maka manusia akan mati dan meninggal dunia karena kelaparan minimal di opname. Binatang berusaha memenuhi kebutuhan jasmaninya dengan memakan binatang atau tumbuhan lain. Itulah mengapa binatang rela berhari-hari puasa hanya untuk menyantap buruan yang sesuai dengan selera lidahnya. Seperti buaya (predator) dengan memakan rusa, zebra, kancil, kelinci atau memakan kamu waktu lagi mandi di kali belakang rumah, yang pastinya buaya akan memakan sesuatu yang berada satu tingkat atau dua tingkat dibawah dirinya. Bagaimana dengan manusia? Apakah manusia sama predatornya dengan buaya tadi? Pada prinsipnya manusia merupakan golongan yang memiliki kecenderungan terhadap apa saja makanan yang ada didepan mukanya, artinya manusia termasuk pada golongan omnivora (pemakan segalanya), berbeda dengan buaya yang walaupun terkenal buas dan kejam dalam mencari makanan tetap saja buaya dibawah level manusia. Karena buaya tergolong makhluk hidup karnivora (pemakan daging). Hebat mana? Makan daging dan daun (manusia) atau makan daging doang (buaya)? Atau sumanto yang doyan makan daging mayat manusia.

Dengan akal sehatnya manusia dapat memanfaatkan kecenderungan insting pemenuhan jasmaninya dengan cara-cara yang telah ditetapkan norma-norma Tuhan.

(2) Manusia memiliki kebutuhan untuk menyalurkan kebutuhan nalurinya, penyaluran naluri ini  terbagi menjadi 2 bentuk penyaluran, yaitu (a) Naluri mensucikan, manusia memiliki naluri untuk mensucikan sesuatu, seperti dalam dunia pagan dan klenik, barang-barang yang dianggap berjiwa mistis dan dapat memberikan informasi yang berasal dari alam lain (ghoib), di keramatkan dan disucikan hingga disembah-sembah. Bani Israil mengagungkan Imhotep (Fir’aun) karena memiliki tukang sihir handal. Bush selalu menerapkan setiap ajaran Socrates, Malthus, Adam Smith. Pastur-pastur dengan kayu salib yang tergantung di lehernya selalu dicium ketika menyembah si Yesus. Rahib-rahib di biara-biara mensucikan Sidharta Gautama karena dianggap memberikan jalan menuju nirwana (pencerahan hati). Waktu kamu memberikan bunga mawar kepada pacar kamu ketika berpaling muka dari muka jelekmu, seseorang yang sakaw menari-nari tak karuan ketika menikmati dentuman house music yang di mix and max sang DJ.(b) Naluri mempertahankan eksistensinya, ‘Aku’ dalam imajinasi Chairil Anwar menginginkan keberadaannya diakui dan disegani, sembari menunjuk dada dengan mengatakan “ini aku! Aku adalah aku dan kamu adalah kamu” proses pencarian jati diri seseorang seperti yang dilakukan remaja muda mudi yang melakukan –tawaf Masjid Sabilal Muhtadin– melangkah pasti dengan ke-aku-annya disepanjang jalan yang dilalui mobil dan motor pada minggu pagi. Jenderal Nasution yang berusaha melarikan diri dari sergapan PKI. (c) Naluri menyalurkan kebutuhan biologis serta melanjutkan keturunan, Penyu sisik hanya dapat menghasilkan 100 telur sekali melakukan persalinan. Rajawali Thailand hanya sekali bertelur dalam 2 tahun sekali. Manusia? Manusia melakukan hubungan badan dengan manusia berlainan jenis (wanita dengan pria atau sebaliknya) dengan segudang harapan. Karena anak, nafsu, kontrak, paksaan (perkosaan), apa adanya. Menyempurnakan penciptaan Tuhan, manusia berusaha sebaik mungkin melakukan penyesuaian terhadap alat kelaminnya, dengan menjaga, memelihara dan menyalurkannya melalui gerbang pernikahan. Itulah mengapa Tuhan hanya memberikan jalur yang diridhoinya untuk menyalurkan alat kelamin manusia tersebut yaitu ‘menikah’ tidak dengan jalur yang lain, semisal onani, boneka, vibrator dan lain-lain. Sehingga kita bisa tegas mengatakan bahwa perlakuan terhadap alat kelamin diluar koridor tersebut (menikah) tidak dibenarkan. Lalu manusia dengan binatang? Seperti pelaku maniac porn desire mereka bebas melakukan apapun agar hasratnya  tercapai walaupun itu dengan hewan, homo dan lesbi pada dasarnya tidak mengindikasikan mereka menyukai ‘lawan main’nya dalam –melakukan pertarungan—seperti main pedang-pedangan dan sebagainya.

Seluruh pemaparan yang tergambar diatas jelas merupakan suatu –kewajaran disekitar kita—kamu ingin mencuri, merampok, memperkosa, membunuh, menghakimi dengan mengeroyok, tawuran dll karena didasarkan atas kewajaran yang sedang berjalan di atmosphere kesadaranmu. Tidak ada salahnya jika seandainya dompetmu raib disobek pencopet, pizzamu raib diambil kucing, komputermu rusak dibanting maling, rumahmu terbakar karena hubungan pendek disebelah rumah, kamu ditipu calo di terminal bus hingga ngga bisa pulang kampung. Darwin menciptakan dasar-dasar materialisme sehingga membunuh puluhan juta manusia karena ‘wajar’ tidak ada yang bisa mencegahnya. Hitler, Stalin, Aidit, GW Bush, Saddam Husein, Sumanto, Holligans, Neo Nazi mereka semua melakukan perusakan moral dan infrastruktur karena ‘wajar’ tidak ada yang dapat menghentikannya.

Penjabaran dari kecenderungan naluri manusia diatas tadi merupakan manifestasi yang digambarkan oleh Taqiyuddin an-Nabhani dalam menggolong-golongkan kebutuhan manusia dari jasmani hingga insting atau nalurinya sendiri. Hal ini berdampak bahwa ketika melakukan sesuatu, manusia memiliki panduan dan dasar serta alasan mengapa melakukan sesuatu itu, waktu kamu membeli permen ke warung kai ibad, itu karena kamu memiliki hasrat dan keinginan untuk merasakan permen tersebut, coba bayangkan jikalau keinginan atau hasrat tersebut tidak ada, bengong, melamun ngga ada juntrungannya. Jelas! Karena kamu tidak memiliki keinginan apapun, maka dari itu manusia telah diberikan akal sehat dan nalurinya untuk merasakan manis dan nikmatnya dunia sesuai yang telah dituntunkan oleh Nabi Muhammad. Tidak ada salahnya orang melakukan ekspansi bermain Counter Strike, Silent Hill, Resident Evil, Dragon Ballz, menonton Children of Heaven, Kutral Vadisi: Iraq, The Blessed Saint Mary, asalkan ada batasnya. Membaca Hunter of Dusk, Kabar Buruk dari Langit, Das Kapital, Origin of Spiece, Injil Barnabaz, Nikronomicon dll asalkan kritis dan analitis. Mendengarkan music SOA, Debu, Cradle of Filth, System of A Down, asalkan tau batasnya. Tidak ada salahnya kamu melakukan pendakian gunung merapi selama berhari-hari asalkan selamat dan tidak meninggalkan kewajiban. Tidak ada salahnya kamu berjam-jam berhadapan dengan layar monitor asalkan tidak meninggalkan kewajiban. Semua yang kamu lakukan memang tidak bersalah sama sekali asalkan kamu tidak melalaikan sesuatu yang telah dibebankan kepadamu.

Lalu apakah yang memang wajar atau telah diwajar-wajarkan sama sekali. Apakah mencuri itu wajar? memperkosa itu wajar? mengganggu tetangga itu wajar? Apakah itu semua wajar. Tidak! Sekali lagi tidak! Kewajaran yang dimaksudkan tidak dengan melakukan pengabaian terhadap hak-hak Tuhan, tidak dimaksudkan guna menzalimi manusia yang lain, bukan untuk menyalurkan hawa nafsu yang tidak sesuai dengan yang dimaksudkan (menikah), jika didalam kepala kamu gambaran tentang kewajaran itu seperti tadi maka itu wajar karena kalian masih memiliki kewajaran berpikir negatif, sempit dan cabul!!! Kewajaran yang dimaksud tidak dengan merusak, mengganggu, menghina, meremehkan, menzhalimi atau sampai membunuh dirimu sendiri. Kewajaran itu turun dari Allah swt melalui perantaranya Nabiyullah Muhammad saw. Dengan berlembar-lembar manuskripnya (wahyu), telah memberikan tuntunan serta hidayah kepada manusia untuk menjalani kehidupannya di dunia agar selamat serta sejahtera di dunia begitupula di akhirat. Apakah membaca al-Quran itu wajar? Menasehati kawan itu wajar? Bekerja untuk istri itu wajar? Berbhakti kepada orang tua itu wajar? Hal itu memang wajar karena telah digariskan oleh Maha Pencipta. Pernah membaca majalah Playboy, Penthouse, LIberty? Ha..ha… itu wajar karena kamu punya pikiran mesum! [pemulungsampahjalanan]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.